Kamis, 19 Mei 2011
Birunya langit
If you look up at the sky after falling down, the blue sky is also today stretching limitlessly and smiles at me…
Yeah.. I’m alive!
Birunya langit hari ini mengajarikan akan suatu hal, segalanya akan selalu berganti seperti indahnya langit hari ini, sebelumnya aku melihat mendung menutupi hamparan luas perkamen langit, namun angin mematuhi melukis takdirMu mengganti kelabunya langit mejadi biru nan elok, langit membiru seolah menitipkan senyuman matahari, mereka ingin kita selalu tersenyum, tersenyumlah untuk sekarang dan nanti sampai waktu cukup untuk melepas kita pergi, karena dengan senyuman segala hal yang menyiratkan kesedihan akan berangsur menghilang dan membuat segalanya terasa lebih mudah, kala kesedihan itu menghampiri ingatlah setiap kebahagiaan yang kita terima selama ini, bukankah porsi kebahagiaan lebih banyak dibandingkan kesedihan, lalu apa lagi yang kita risaukan? Karena setiap kesedihan atau kebahagiaan akan segera berakhir dan berganti dengan peristiwa lagi, sebuah proses pembelajaran untuk memahami mengapa kita hidup saat ini.
Aku berjalan hanya dengan mata hati, bernafas hanya dengan tekad, aku mendaki penuh dengan teka teki, dimanakah matahariku?
Matahariku selalu bersinar, namun makna sinarnya hanya mengenai mereka yang mau membuka diri, meskipun cahayanya seolah menerpa setiap insan di bumi ini, tapi tiap tiap yang menerima berbeda mengartikannya, ada yang bingung mengapa matahari ini kadang bersinar kadang redup, ada yang sedih kenapa matahari redup hari ini, ada yang risau akankah dapat melihat lagi indahnya matahari hari ini, dan ada pula yang berfikir mengapa matahari tidak pernah lelah bersinar? Kita berada dimana, kita berhak memilih.
Matahariku selalu bersinar, takdirnya memberi arti kehidupan ini, aku pun ingin seperti dia dengan segala kemampuan yang aku miliki saat ini, berusaha memberi arti, bukankah kita terlahir di dunia ini adalah dengan takdirNya, dan kita terlahir di dunia ini bukan tanpa tujuan melainkan membawa pesan- pesan Tuhan, hidup ini pilihan, dan aku telah putuskan, pilihan yang wajib aku perjuangkan. Aku dalam masa proses, tapi keyakinanku sangat kuat, aku harus berjuang kawan, kamu bisa aku pun bisa!
Bila Aku jatuh nanti, Aku siap Melompat lebih Tinggi.
Tetap Semangat dan Hadapi setiap Episode Hidup dengan Senyuman
Everyone feels pain
But surely, after suffering satisfaction will arrive
Step by step, I want find that light
Source :http://www.resensi.net/
Minggu, 10 April 2011
Kisah Cinta Seorang Anak
(ditulis oleh Cristine Wili)
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”
Source : http://www.resensi.net/kisah-cinta-seorang-anak/2008/05/
Guru dan Semangatnya
Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan
juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan
pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.
Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi
anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat
menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan
tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy
(sindroma gangguan otak belakang).
Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas
khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah
kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak
disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak
berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.
Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun
bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan
kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang
menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.
Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian
anak yang beradu dengan lantai.
Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat
seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,
duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya
kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas
mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral
Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya
melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan
kepandaiannya menyusun huruf.
Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia
tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu
menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel, begitu yang kami lakukan.
Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan
saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa
damai dan hangat.
Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak
disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.
Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka
tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.
Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.
Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah
membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.
Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.
Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,
membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap
anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.
Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat
mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”
kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding
dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju
pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.
Ddduh, ada apa ini?
Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,
mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil
berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya
melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda
mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.
Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk
sekedar mencium tangan saya.
Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke
samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam
saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat
kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya
biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga
kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.
***
Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan
yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga
pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab
mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.
Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya
kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar
pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.
Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik
mereka.
Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?
Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.
Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,
dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang
berbeda disana. Cobalah. Rasakan.
source : http://www.resensi.net/guru-dan-semangatnya/2009/06/
Jumat, 04 Februari 2011
10 TEMPAT PALING MENARIK DI KUALA KAPUAS
10 TEMPAT PALING MENARIK DI KUALA KAPUAS
Dari hasil jajak pendapat ama temen-temen yang masih stay di Kuala Kapuas, ini dia 10 zona paling menarik di Kuala Kapuas. Cekidot!!
TAMAN KOTA
Inilah tempat umum yang paling diminati warga Kuala Kapuas, terletak dipusat kota, sangat cocok untuk tempat santai di sore hari sembari menikmati suasana kota, sehingga selalu di padati orang-orang dari berbagai kalangan.
LAPANGAN BASKET KOMPLEK OLAHRAGA STADION
Diposisi kedua, Lapangan Basket. Zona ini selalu padat oleh para pecinta bola basket, sejak sore hari hingga larut malam anda akan menemukan suasana sportifitas penuh laga persaingan, dimana pecinta bola basket dari segala usia bermain disini. Event-event kompetisi bola basket pun secara rutin dilaksanakan di tempat ini. So, it’s a cool place.
PELABUHAN KP3
It’s similar with city park, namun bedanya terdapat pada suasana yang disuguhkan. Ditempat nongkrong ini kita bisa bersantai sambil menikmati hiruk pikuk lalu lintas di sungai Kapuas. Menariknya, kita juga bisa menikmati suasana senja di pelabuhan ini sambil menikmati aneka panganan yang tersedia disekitar pelabuhan ini. Saat malam hari suasana disini lebih menarik, lampu-lampu kapal atau rumah-rumah warga menambah keindahan di zona ini, dilengkapi dengan tiupan angin semilir yang khas dari tepi sungai.
PULO TELO
Empat pulau yang terletak ditengah-tengah sungai yang luas. Menurut saya pribadi pulau ini memiliki daya tarik yang mempesona, hanya saja belum mendapatkan sentuhan tangan kreatif untuk mengelolanya menjadi tempat wisata yang High Class. Mari kita menghayal, arena olahraga air Jet ski, kano, out bound, arena mincing, villa, atau bahkan area wisata kuliner tersedia dan dikelola di pulau ini dengan baik, tentunya sangat menarik minat wisatawan, baik local ataupun mancanegara.
PASAR KAGET OLAHRAGA
Lokasinya di sekeliling stadion, sangat menarik bagi warga yang menikmati minggu paginya dengan berolahraga atau berjalan santai sembari melihat barang-barang yang ditawarkan di pasar ini. Pasar ini menjuala aneka barang, bahkan ada tempat makan juga. Tertarik? Langsung saja mampir kesini.
GEDUNG PERTEMUAN UMUM
Zonanya muda-mudi. Terletak di tepi sungai besar. Tempat yang cocok untuk menikmati sunset. Pokoknya keren laahhhh….
BUNDARAN + MONUMEN SELAMAT DATANG
Masih tergolong bangunan baru, sehingga selalu dipadati orang-orang, tapi tempat ini gak kalah menariknya dengan public zone yang lain. Enam jempol buat tempat ini.
RUMAH BETANG BUKIT NGALANGKANG
Ini dia, yang paling khas, land marknya Kalimantan. Rumah betang terletak di bukit ngalangkang, didepan perpustakaan kota.
FERRY PENYEBERANGAN
It’s a unique transport. Menghubungkan antara kota Kapuas yang dibelah oleh sungai Kapuas. Dari atas ferry ini kita bisa memperhatikan suasana pinggiran sungai yang luas, akan lebih indah pada malam hari, lampu-lampu berbaris di kedua sisi sungai dibawah taburan bintang. So sweet lahhhh
BETANG DESA SEI PASAH
Walau saya belum sempat menikmati dan melihat zona ini, tapi menurut keterangan temen-temen saya ini tempat top banget. Bagi yang minat,, janan lupa ajakin saya kesana ya..
Dari hasil jajak pendapat ama temen-temen yang masih stay di Kuala Kapuas, ini dia 10 zona paling menarik di Kuala Kapuas. Cekidot!!
TAMAN KOTA
Inilah tempat umum yang paling diminati warga Kuala Kapuas, terletak dipusat kota, sangat cocok untuk tempat santai di sore hari sembari menikmati suasana kota, sehingga selalu di padati orang-orang dari berbagai kalangan.
LAPANGAN BASKET KOMPLEK OLAHRAGA STADION
Diposisi kedua, Lapangan Basket. Zona ini selalu padat oleh para pecinta bola basket, sejak sore hari hingga larut malam anda akan menemukan suasana sportifitas penuh laga persaingan, dimana pecinta bola basket dari segala usia bermain disini. Event-event kompetisi bola basket pun secara rutin dilaksanakan di tempat ini. So, it’s a cool place.
PELABUHAN KP3
It’s similar with city park, namun bedanya terdapat pada suasana yang disuguhkan. Ditempat nongkrong ini kita bisa bersantai sambil menikmati hiruk pikuk lalu lintas di sungai Kapuas. Menariknya, kita juga bisa menikmati suasana senja di pelabuhan ini sambil menikmati aneka panganan yang tersedia disekitar pelabuhan ini. Saat malam hari suasana disini lebih menarik, lampu-lampu kapal atau rumah-rumah warga menambah keindahan di zona ini, dilengkapi dengan tiupan angin semilir yang khas dari tepi sungai.
PULO TELO
Empat pulau yang terletak ditengah-tengah sungai yang luas. Menurut saya pribadi pulau ini memiliki daya tarik yang mempesona, hanya saja belum mendapatkan sentuhan tangan kreatif untuk mengelolanya menjadi tempat wisata yang High Class. Mari kita menghayal, arena olahraga air Jet ski, kano, out bound, arena mincing, villa, atau bahkan area wisata kuliner tersedia dan dikelola di pulau ini dengan baik, tentunya sangat menarik minat wisatawan, baik local ataupun mancanegara.
PASAR KAGET OLAHRAGA
Lokasinya di sekeliling stadion, sangat menarik bagi warga yang menikmati minggu paginya dengan berolahraga atau berjalan santai sembari melihat barang-barang yang ditawarkan di pasar ini. Pasar ini menjuala aneka barang, bahkan ada tempat makan juga. Tertarik? Langsung saja mampir kesini.
GEDUNG PERTEMUAN UMUM
Zonanya muda-mudi. Terletak di tepi sungai besar. Tempat yang cocok untuk menikmati sunset. Pokoknya keren laahhhh….
BUNDARAN + MONUMEN SELAMAT DATANG
Masih tergolong bangunan baru, sehingga selalu dipadati orang-orang, tapi tempat ini gak kalah menariknya dengan public zone yang lain. Enam jempol buat tempat ini.
RUMAH BETANG BUKIT NGALANGKANG
Ini dia, yang paling khas, land marknya Kalimantan. Rumah betang terletak di bukit ngalangkang, didepan perpustakaan kota.
FERRY PENYEBERANGAN
It’s a unique transport. Menghubungkan antara kota Kapuas yang dibelah oleh sungai Kapuas. Dari atas ferry ini kita bisa memperhatikan suasana pinggiran sungai yang luas, akan lebih indah pada malam hari, lampu-lampu berbaris di kedua sisi sungai dibawah taburan bintang. So sweet lahhhh
BETANG DESA SEI PASAH
Walau saya belum sempat menikmati dan melihat zona ini, tapi menurut keterangan temen-temen saya ini tempat top banget. Bagi yang minat,, janan lupa ajakin saya kesana ya..
Minggu, 16 Januari 2011
Betang
Rumah Betang ini berdiri di dalam komplek Bukit Ngalangkang Jl. Kartini, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas. Rumah ini merupakan rumah tradisional suku dayak. Berbahan dasar kayu besi (ulin), dan mampu menampung sampai beberapa keluarga.
Dermaga LLASD/ Pelabuhan Palangka
Dermaga ini lebih dikenal dengan nama Pelabuhan Palangka. Pada zaman dahulu kala ( lebay mode : On..hee ) jalan ke Mantangai dan Jalan Palangka - Buntok masih belum bisa di lalui, jadi sebagian besar masyarakat menggunakan speedboat sebagai alat transportasi utama. Para penumpang yang ingin menuju ke Mantangai dan Pujon menunggu speedboat di pelabuhan ini.
Wacana
Pulau Telo Jadi Kunjungan Wisata Kapuas
Potensi alam dan budaya akan menjadi sebagai modal utama industri pariwisata di Kabupaten Kapuas. Bahkan 2012, kabupaten ini mulai mencanangkan Visit Kapuas Year atau tahun kunjungan wisata.Untuk program tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kapuas pada 11 Januari 2011 dijadwalkan melakukan ekspos ke Kementerian Pariwisata dan Budaya di Jakarta. Beberapa hal yang juga ingin disampaikan menyangkut desain ulang Pulau Telo.
"Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Kapuas siap mencanangkan tahun kunjungan wisata 2012. Tinggal memolesnya sehingga dalam waktu tersedia cukup membenahi semua hal yang dibutuhkan," ujar Kepala Disporabudpar Edy Lukman Hakim, Kamis (9/12/2010).
Selain wisata alam Pulau Telo, potensi lain yang ditawarkan pada program tahun kunjungan ini antara lain wisata Rumah Betang di Sungai Pasah, Kecamatan Kapuashilir. Ini mengingat, pembangunan rumah betang telah mulai digarap pada 2011.
Rencana pengembangan Pulau Telo sebagai kawasan wisata sebelumnya mulai ada tanda-tanda terwujud setelah sebuah perusahaan konsorsium asal Malaysia menyatakan tertarik mengelola pulau tersebut.
Meski sejauh ini studi kelayakan belum juga dilakukan oleh pihak calon investor, Edy mengaku optimistis program redesain atas pulau tersebut akan menarik wisatawan asing maupun domestik.
Dalam sejarahnya, rencana mengembangkan pulau itu pernah mencuat pada era 1996 saat program pengembangan lahan gambut sejuta hektare dilaksanakan.
Bahkan ketika itu PT Sumatera Timur Indonesia (STI) dari Jakarta, melakukan pembangunan jembatan titian di salah satu pulau dimaksud, namun program ini terhenti ketika krisis ekonomi dan pada 1999 PLG dihentikan.
Secara geografis, kawasan yang kini terbagi menjadi empat pulau itu lokasinya tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Kapuas mudah didatangi dengan sarana angkutan air. Sementara dari jembatan trans Kalimantan yang membelah Sungai Kapuas, Pulau Telo dapat dilihat.
Wacana menjadikan Pulau Telo sebagai tempat wisata ini kembali muncul pada 2002 dan 2005.
"Jika sebelumnya pengembangan kawasan wisata Pulau Telo akan dibagi menjadi empat zona, yaitu zona rekreasi, eksekutif (berupa penginapan) taman burung sebagai tempat wisata, dan taman air, nantinya akan ditambah zona wisata kuliner," timpal Edy.
Sumber: http://banjarmasinpost.co.id
Langganan:
Entri (Atom)



